Pada tahun 2012, WHO juga menunjukkan angka bunuh diri di Indonesia mencapai 1,6% sampai 1,8% per 100.000 jiwa. Bahkan pada tahun 2020, WHO memprediksi angka bunuh diri di Indonesia akan mencapai 2,4% per 100.000 jiwa. That’s why, sejak tahun 2003, WHO menggandeng International Association of Suicide Prevention (IASP) untuk memperingati Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia pada tanggal 10 September setiap tahunnya. Sebab, menurut WHO, bunuh diri adalah fenomena global yang harus ditanggapi dengan serius. Gitu ya gais,,,
Anyway, kamu pasti sering mendengar, dong, kabar berita mengenai mahasiswa dari kampus A, B, C atau D melakukan bunuh diri/gantung diri? Mengapa hal demikian terjadi? banyak faktor yang memicu terjadinya bunuh diri di kalangan mahasiswa ini, gais. Salah satu faktor yang menjadi penyebab utamanya adalah rendahnya kesadaran kesehatan mental mereka.
Banyak mahasiswa yang lupa untuk menjaga mental health mereka. Soalnya, mereka cuma fokus sama deadline tugas, jadwal kuliah dan organisasi yang mereka ikutin, serta tuntutan hidup dari orang-orang sekitar seperti orang tua, keluarga besar, dosen, teman. Belum lagi, kalau kamu adalah mahasiswa baru, kesehatan mental kamu harus benar-benar dijaga dan diperhatikan. Nggak mudah, lho, beradaptasi dengan lingkungan kampus yang baru, pergaulan yang semakin beragam, metode pengajaran serta teori pengetahuan yang sangat berbeda saat di bangku sekolah dan hal-hal lainnya. Aku aja sampek nangis karena tugas setumpuk, karena belom terbiasa dari SMA. Hiks...
Akan tetapi, Orang cenderung tidak peduli dengan mental health. Kebanyakan orang mengira bahwa orang yang memiliki gangguan kesehatan mental adalah orang yang nggak waras atau gila. Padahal diantara kita secara tidak sadar pasti memiliki gangguan kesehatan mental, hanya saja separah itu. Kesehatan Mental sangat penting untuk kesuksesan kita berkuliah. Jadi, Untuk bisa menjaga kondisi kesehatan mental kita, ada beberapa tips dari aku, diantaranya:
Pilih aktivitas fisik seperti olahraga ringan yang mampu menenangkan pikiran serta membangun mood lebih baik. Contoh diantaranya yoga, latihan pernapasan, peregangan, dan sejenisnya. Yang penting olahraga yang membantu tubuh memproduksi hormon endorfin untuk meredakan stres.
2. Tetap konsumsi makanan bergizi seimbang
Pastikan pola makan tetap dijaga secara teratur dengan asupan bergizi seimbang. Tubuh yang sehat dapat menjaga kesehatan mental secara langsung maupun tidak langsung.
3. Jauhi kebiasaan buruk
Hindari rokok dan alkohol ketika sedang stres. Sebaliknya, tidur dan istirahat yang cukup.
4. Manjakan diri
Beri waktu luang untuk memanjakan dirimu sendiri dengan mengerjakan hobi atau mencoba hal baru. dan juga disarankan membuat rutinitas favorit, seperti menonton film kesukaan atau mendengar musik untuk mengusir rasa jenuh dan meredakan stres.
5. Bijak menerima informasi
Paparan pemberitaan mengenai pandemi saat ini secara intens dapat memicu kecemasan berlebih. Pastikan untuk mengurangi dan membatasi informasi mengenai pandemi ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar